Barter Juli 2009……………….

•Agustus 18, 2009 • 1 Komentar

Barter memang  cara tercepat dan mudah untuk menambah koleksi rokok.

Terbukti untuk kedu  kalinya Barter pertama di tahun 2009 menambah koleksi rokokku yang tidak sedikit 50 bks macam rokok saya dapatkan dari tiga rekan kolektor yang berbeda………

Barter kiriman pertama saya dengan Cak Kandar dari Cirebon yang berjumlah 7 bungkus,maaf cak 1 lg lupa gambarnya blm di foto……..

Cak barter

Barter Cak Kandar…….

Barter kiriman  kedua saya dengan Mas Choliq dari Makasar yang berjumlah 32 bungkus, sampai saya lupa kasih kabar mas Choliq kalo kiriman udah nyampe, eh malah mas choliq yg nanyain status kirimannya jd malu.maaf mas saking senengnya jd lupa tuch………o iya mas Choliq kayanya seneng juga dapet kiriman dari saya sampai kirikin SMS…”LAIN KALI BARTER LAGI….ENAk tO..kata Mbah Surip..” saya ngga habis pikir berarti bukan hanya saya yg senang mas choliq jg…….hi hi hi hi.

Barter Juli MAs Choliq

Barter Mas Choliq 32 bungkus,,,,,,

Barter kiriman ketiga saya dengan Bang Emirza dari Jakarta, tapi ini lebih mengasyikan karena secara langsung mas Emir datang ke Bandung, ngga tangung tangung lansung ketempat kerja .sit………….

Emirza

Sebelum ketemu Bang emir hunting dulu, biasa bocoran tempat saya kasih,tapi yang paling aneh mas emir berhasil mendapatkan rokok yang belum saya koleksi padahal itu di tempat biasa saya hunting  …..bisaan euy bang emir………ya kepaksa saya minta dobelan yg baru dapet dari hunting………………..”"yang sering bang ke bandungnya biar bisa minta lagi dobelanya”"…. he he he he he………..

Nge blog lagi ah………………..

•Juli 14, 2009 • & Komentar

Ngga kerasa udah hampir tujuh bulan ini sibuk dengan pekerjaan yang tempat baru,sit koleksi ngga pernah ke sentuh udah mulai banyak debu yang menempel di atasnya,……………. Hunting ………..itu kata pertama terucapkan sembari membuka blog kolektor rekan se kolektor…………..

Mungkin dari sekian bulan yang dilalui banyak dari rekan kolektor yang bertambah koleksinya, tapi koleksi yang ada dirumahku ngga nambah jadi ter insfirasi kembali untuk terjun langsung ketempat tempat biasa hunting di sekitar bandung……..
Dan memang udah dua hari ini huntingku ngga sia sia karena banyak koleksi terbaru yang kudapatkan di tempat biasa hunting, sengaja hunting kali ini saya beli lebih untuk rekan sesama kolektor yang saya liat koleksinya belum punya jadi bisa dibuat barter nanti,,,,,,,siap siap aja Pa De, Mas Singgih, Mas Choliq,Mas Emirza,Mas Djoko,,,,,,,dlll kali aja belum ada koleksinya nanti bisa barter..

Hanya dua tempat yang dikunjungi koleksi sudah bertambah 40 buah, kebayang kalo selama 7 bulan hunting berapa banyak koleksi akan bertambah……………… AYO HUNTING TERUS………………………………..

26416

Kolektor Rokok: Menikmati Tanpa Membakar

•Maret 14, 2009 • & Komentar

Bagi sebagian orang menghisap rokok merupakan kenikmatan tersendiri. Beberapa orang bilang rokok adalah teman yang setia menemani di saat sepi, tanpa pernah mengeluh. Sebagian orang lagi mengatakan, rokok merupakan obat penghilang stres atau sumber inspirasi. Beberapa orang mempunyai pengalaman yang berbeda dengan rokok. Ada segelintir orang yang mendapatkan kenikmatan dari mengumpulkan atau mengoleksi rokok.

Salah seorang yang mempunyai kebiasaan unik itu adalah Butet Kertarajasa, seniman terkenal yang berasal dari Yogyakarta. Butet mulai serius mengoleksi rokok sekitar empat tahun yang lalu. Tapi, sebenarnya ia sudah menyukai dan mengumpulkan gambar-gambar bungkus rokok sejak kecil. Caranya, ia menggunting gambar di bungkus rokok itu, lalu menempelkannya di buku. “Kebanggaannya, punya banyak gambar,” tutur pria yang juga perokok berat ini.

Butet mulai serius mengoleksi bungkus rokok saat ia mengunjungi ke Kediri, empat tahun yang lalu. Ketika itu, ia kehabisan rokok. Saat mencari di warung-warung, ternyata rokok kesukaannya tidak ada. Yang ia temukan malah rokok yang mereknya tidak pernah ia kenal. Lantaran penasaran, Butet langsung memborong rokok-rokok tersebut. Saat perjalanan pulang dari Kediri ia masih terus memburu rokok tak terkenal itu. “Perjalanan yang seharusnya empat jam jadi delapan jam,” tambahnya. Di setiap perempatan ia berhenti untuk mencari rokok. Hasilnya? Butet menemukan 400 merek rokok rokok.

Ide dari bungkus rokok
Kolektor rokok lainnya adalah Sumbo Tinarbuko. Dosen mata kuliah Semiotika Iklan dan Penulisan Naskah Iklan di Jurusan Komunikasi FISIP Universitas Atmajaya Yogyakarta ini mulai mengoleksi rokok sejak tahun 1993. Sumbo juga mengumpulkan rokok-rokok yang tidak terkenal di pasaran dan harganya kurang dari Rp 5.000 per bungkus. “Saya menyebutnya rokok indie,” ujarnya.

Hobi mengoleksi rokok bermula saat Sumbo menjadi Dosen Pembimbing Lapangan Kuliah Kerja Nyata (DPL-KKN) ISI Yogyakarta, di daerah Kalibagor, Purwokerto, Jawa Tengah pada tahun 1993. Di sana, ia menemukan rokok berbentuk sigaret kretek dengan merek “Praoe Lajar”. Rokok itu menarik perhatiannya karena desain kemasan rokok itu sangat unik.

Bagi Sumbo dan Butet hobi ini tak sekadar buang-buang duit. Manfaat koleksi rokok indie bagi Sumbo adalah membantu pekerjaan. Sumbo menjadikan gambar-gambar unik di bungkus rokok sebagai alat peraga dalam mengajar komunikasi visual. Sementara Butet mengaku sering mendapatkan ide saat memandangi koleksi rokoknya. Ia pernah menemukan rokok yang di dalam kemasannya terdapat kata-kata “Rokok ini memakai tembakau sangat canggih dan cocok untuk kaum intelektual.” Kalimat slogan ini justru memunculkan ide menulis di benak Butet.

Selama berburu rokok, Butet menjadi mahfum karakter warung penjual rokok. Warung yang bersih dan menggunakan etalase stainless steel, pasti tak menjual rokok unik. Rokok unik hanya ada di warung yang menggunakan etalase kayu. Saat ini, koleksi Butet mencapai 4.000 merek. Sedangkan Sumbo sudah mengumpulkan 600-an berbagai merek rokok.

http://menerimapesanan.wordpress.com

Memahami Mengapa Orang Asap

•Maret 14, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Dari semua kebiasaan dalam diri manusia, Merokok adalah yang paling mengherankan. Dampak pada kesehatan dari perokok, serta orang lain melalui merokok pasif, yang pernah naik biaya yang kebiasaan makan dan mengenakan pajak beban oleh sebagian besar pemerintah civilised semuanya dipahami oleh orang-orang yang hati waktu di masa lalu. Namun banyak orang, ketika mereka mulai merokok terus melakukannya sepanjang hidup mereka. Hal ini hampir universal menerima bahwa masa yang akan foreshortened perokok dan bahwa kesejahteraan umum akan memburuk di tingkat yang lebih besar daripada mereka yang bukan perokok. Melihat secara obyektif, dengan kebiasaan yang cukup langu satu. Berwarna kuning gigi dan jari, sama dengan buruk dan nafas berbau pakaian yang dapat terdeteksi di kamar oleh non-smoker, semuanya pointer ke seseorang yang ‘mengambil weed’.

Namun masyarakat harus mendapatkan kepuasan, kenikmatan atau beberapa bentuk rasa baik dari merokok rokok atau cerutu, jika mereka tentu tidak akan meremehkan ini atribut negatif dari kebiasaan. Yang jelas paling perokok menikmati setelah-efek, bahkan dari satu di tarik orang lain lit rokok. Bahkan orang-orang yang menyerah kebiasaan yang biasanya untuk mengakui sesuatu yang tidak menyenangkan adalah bagian dari kehidupan mereka, bahkan jika tidak ada unsur berbahaya.

Setelah dimulai pada merokok, kebanyakan orang merasa sangat sulit untuk berhenti, sebagian besar disebabkan oleh addictive kuasa dari nikotin rokok konten. Maka mengapakah Perokok membutuhkan waktu sampai dengan kebiasaan di tempat pertama? Ianya tidak jelas karena bahaya merokok umumnya tidak diketahui. Memang pemerintah dan organisasi lainnya di seluruh dunia menghabiskan ratusan juta dolar setiap tahunnya penyorotan yang berbahaya efek dari merokok. Sibuk mengambil rokok pertama dapat berasal dari berbagai pengaruh.

J mengejutkan jumlah perokok mencoba merokok pertama mereka ketika masih di bawah usia dua belas. Sering sebagai ‘berani’ atau tekanan serupa dari beberapa rekan-rekan di sekolah. Mayoritas mereka yang pergi pada masa yang akan perokok berat namun memulai proses ini, yang saat ini Mei belum menjadi kebiasaan, ketika mereka remaja. Membawa remaja dengan kebutuhan untuk menjadi salah satu ‘dalam keramaian dan untuk sesuai in Ini juga berlaku dalam kehidupan tetapi kemudian jatuh tempo cenderung untuk membawa pemahaman dan pendekatan yang lebih dianggap sebagai hal-hal seperti itu merokok. Hal ini terutama sulit bagi remaja untuk melawan tekanan dari teman-teman untuk tampil dingin dan untuk membentuk beberapa bentuk ‘jalan-cred’ dengan menggunakan rokok teruntai dari mulut mereka.

Beberapa anak muda tentu saja akan mendengarkan propaganda anti merokok pada mereka yang datang dari generasi tua dan hanya memberontak terhadap orang tua dan nasihat. Selain itu, melakukan apa grownups lakukan, membuat mereka tidak grownup itu? Seperti kebanyakan hal-hal yang harus dilakukan dengan anak remaja, mereka sudah tahu akan bahaya yang potensial berbahaya untuk kesehatan dll Mereka hanya memilih untuk menafsirkan risiko berbeda dari orang-orang tua mereka.

Tembakau perusahaan periklanan yang paling signifikan terhadap keputusan untuk mengambil merokok. Biasanya depicting cocok dan sehat anak-anak muda itu bersenang-senang dan santai dengan kelancaran rokok merupakan motivator untuk mengambil merokok di segala umur. Siapa yang tidak akan tergoda untuk buru-buru untuk membeli rokok digambarkan agar mereka bisa segera mendaftar untuk gaya hidup yang besar akan dapat sehingga sukar dimengerti?

Gambar yang populer digambarkan dalam iklan rokok juga naik banding untuk orang dewasa. Mereka merasa baik mereka melewatkan sesuatu di pemuda atau hanya merasa mereka telah siap untuk mengambil yang baik dan hidup mereka layak merokok akan memberikan The Edge. Menyadari sepenuhnya bahwa merokok tidak akan secara otomatis tiket ke penerimaan sosial, meskipun demikian mereka merasa akan mengubah persepsi gambar ke salah satu yang canggih, cool person di atas permainan mereka.

Sebagai orang tua mendapatkan, mereka cenderung menjadi lebih menekankan, dan ini sering mengarah kepada mereka beralih ke rokok merokok sebagai salah satu cara untuk relieving yang stres. Meskipun tembakau tidak jangka panjang untuk menyembuhkan stres dan ketidakstabilan emosional, ia menawarkan sebuah alat penghiburan jangka pendek, tidak tersedia untuk bebas rokok. Stress pekerjaan atau emosi tinggi cenderung memiliki persentase lebih tinggi dari pekerja yang merokok lebih dari keduniaan jenis pekerjaan.

Pada beberapa titik dalam hidup, sebagian besar perokok memutuskan mereka harus keluar dari kebiasaan merokok. Bahaya yang diketahui, sebelumnya dimasukkan ke bagian belakang pemikiran mereka datang ke depan, mungkin karena mereka mulai mengalami peningkatan dari masalah-masalah kesehatan. Pada tahap ini, mereka mempunyai tugas yang sangat sulit di depan mereka, untuk addictive sifat dari nikotin dalam tembakau akan memerangi mereka semua jalan.

Hunting Terbesar Anakku

•November 25, 2008 • & Komentar

      Hunting terbesar, mungkin ini pertama kali saya dapatkan karena bantuan anakku Hafidl Dhiya Amaludin, dari perjalanan menjenguk mertua yang berada didaeerah rancaekek bandung yang menempuh waktu sekitar  30 menit.

     Dari pertama berangkat dirumah sudah terbesit dalam pikiran bahwa dalam perjalanan saya harus mendapatkan rokok untuk menambah koleksi yang sudah ada,memang niat sudah bulat sejak memasuki daerah Ujungberung mata anaku yang baru 6 tahun sudah melirik setiap berpapasan dengan warung rokok mungkin karena kebiasaan melihat bapanya yang setiap melihat warung selalu melirik sampai menular pada anaku , tak ketinggalan istriku yang berada dibelakang mengikuti gerakan reflex kepalaku yang melirik.

Kalo dibilang pegal ya pegal juga sih kadang sampai sakit leher setelahnya, tapi mungkin hari itu tanggal 15 Nopember hari keberuntunganku, tepat diperbatasan Cileunyi bandung tak sengaja kami berhenti disebuah warung  untuk membeli minuman karena hari sangat panas.

Belum juga turun anakku yang sudah terbiasa berteriak…” Pa ada rokok aneh tuh……….,sambil tersenyum saya melirik dan memang rokok yang dipajang hampir semuannya rokok berlabel indie alias rokok yang jarang dipasaran, tanpa banyak komentar saya langsung meminta pada pemilik warung rokok yang belum ada dalam ingatan ………..,

Lumayan dari yang harga 1500 s/d 8000 saya dapatkan hampir berjumlah 20 macam…………………,setelah akan melanjutkan kembali, lagi lagi anaku berteriak ……. “Pa itu ada lagi banyak Pa”…………….. dan memang benar toko yang bersampingan dengan yang sebelumnya lebih mengkhususkan menjual rokok indiedan tembakau ,,,,,,dari sana saya mendapatkan lebih dari 10 macam……….sambil tersenyum sinis istriku berkata…….”Untung juga bawa anak pinter”….he he he he ……. anaknya siapa dulu donk.

Hunting 1

Hunting 1

 

Hunting 2

Hunting 2